Mengatasi Retakan Pada Dinding

Tips & trik renovasi rumah
by. Fafan Tri Afandy, ST (VIP|archlab) +62 811 341 7502
www.viparchlab.wordpress.com

 

Dinding merupakan salah satu bagian penting dalam bangunan atau rumah, keberadaannya akan bersentuhan langsung dengan aktivitas kita sehari-hari saat berada di dalam rumah. Salah satu masalah dinding yang sering kita temui adalah munculnya retakan-retakan yang membutuhkan perhatian khusus.

Retakan ini disebabkan oleh banyak faktor yang kesemuanya sejatinya bermuara pada lemahnya perencanaan dan pengawasan saat pembangunan. Jika bangunan/ rumah anda tidak direncanakan/ dibangun oleh tenaga ahli yang kompeten seperti arsitek dan-atau konstruktor yang berpengalaman akan memperbesar potensi munculnya masalah retakan pada dinding.

Cara mengatasi retakan ini bergantung pada akar permasalahan yg menyebabkan retakan itu sendiri. Berdasarkan penyebabnya, retakan pada dinding dapat dibagi kedalam 2 jenis, yaitu :

RETAK STRUKTUR

Retak struktur merupakan retakan pada dinding yang disebabkan oleh deformasi pada sistem struktur bangunan. Karena bersumber dari adanya masalah pada struktur, retakan ini cukup berbahaya jika tidak ditangani. Penyebab umum retakan struktur dinding adalah karena adanya perubahan posisi pondasi. Penurunan ini bisa dikarenakan adanya pergerakan tanah (tanah labil), kesalahan perencanaan pondasi, hingga pengerjaan pondasi yang tidak sesuai kaidah struktur. Oleh karenanya retak jenis ini biasanya menimpa dinding-dinding yang rentan terhadap perubahan (deformasi) sub-struktur, seperti pada sudut-sudut kusen, sudut-sudut pertemuang dinding, dan lain-lain. Sehingga retak tidak hanya menimpa kulit/ plester dinding tetapi juga pada pasangan bata.

ilustrasi-retak-dinding

wp_20161002_002

Untuk menanggulanginya harus memperbaiki dulu akar masalahnya, apakah pada pondasinya ataukah pada sloof-nya. Yang paling ideal adalah dengan mengembalikan pondasi ke posisi semula, kemudian memperbaiki sloof yang patah dengan menyuntik atau mengecornya kembali.

Untuk solusi terbaik, sebaiknya berkonsultasi dengan konstruktor/ ahli struktur yang berpengalaman.

RETAK RAMBUT

retak-1-1

Yang masuk kedalam jenis retak rambut  adalah retakan dinding yang biasanya memiliki lebar retakan ≤ 1 mm dan menimpa hanya pada kulit/ plesteran dindingnya saja, tetapi pasangan batanya sendiri tidak terdampak. Retakan ini disebabkan oleh banyak faktor yang biasanya disebabkan oleh pengerjaan yang tidak benar, beberapa diantaranya :

  • Pengerjaan plester dinding dilakukan pada saat kondisi bata terlalu kering atau justru masih basah sehingga tidak memberi ruang pada susut-muai dinding.
  • Pengerjaan plester dilakukan pada saat cuaca sangat terik, sehingga plesteran mengering terlalu cepat.
  • Pengerjaan pasangan bata dan plester dilakukan tidak secara bertahap. Sehingga waktu pematangan spesi tidak sempurna. Idealnya pengerjaan pasangan bata dilakukan secara bertahap tiap mencapai ketinggian ± 1,5 – 2 m keliling.
  • Plester dinding sangat tipis ≤ 1 cm.
  • Material pasir yang digunakan tidak homogen sehingga mempengaruhi kualitas acian.
  • Komposisi material (semen,pasir,air,cat) yang digunakan tidak tepat.
  • Dan lain lain

Bisa dilihat diatas dari betapa kompleksnya faktor yang mempengaruhi kualitas dinding, sehingga pengawasan saat pembangunan sangat penting dilakukan. Untuk memperbaiki retakan rambut, hal pertama yang dilakukan adalah dengan cara :

  1. Membobok bagian yang retak selebar ± 5 cm di sisi kiri-kanan retakan yang memanjang sepanjang jalur retakan sampai terlihat permukaan bata.
  2. Bersihkan permukaan dari material-material lain yg mengotori permukaan yang nantinya akan di pelster ulang, seperti tanah, guguran spesi, tanaman lumut dan material organik lainnya, dll.
  3. Siram permukaan tersebut dengan air agar menjadi lembab dan bersih, diamkan selama beberapa menit (30 – 60 mnt).
  4. Plester ulang permukaan dengan menggunakan mortar (semen+pasir+air) dengan komposisi yang tepat dan elastisitas yang baik. Komposisi (semen : pasir) yang baik adalah 1 : 5, 1 : 3, dan air secukupnya. Semakin sedikit pasir akan semakin keras sifat plester saat sudah kering.
  5. Ketebalan plester disesuaikan dengan ketebalan plester existing, (idealnya 1,5 cm). Lakukan secara merata pada permukaan yang dibobok, sehingga semua bagian dinding menjadi rata kembali.
  6. Setelah beberapa hari (± 14 hari) lakukan pengecatan setelah sebelumnya diaplikasikan plamur atau cat dasar alkali. Gunakan material cat yang memiliki kualitas dan elastisitas yang baik. Untuk mencapai kualitas yang sesuai tambahkan pengencer sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan cat.

Semua hal di atas sebenarnya dapat anda lakukan sendiri, tetapi untuk hasil yang maksimal anda dapat memanfaatkan jasa konstruktor yang berpengalaman. Demikian Tips Mengatasi retakan pada dinding yang kami susun berdasarkan pengalaman tim viparchlab selama berpraktek di dunia arsitektur dan konstruksi. Semoga bermanfaat………………………

 

Tips & trik renovasi rumah
by. Fafan Tri Afandy, ST (VIP|archlab) +62 811 341 7502
www.viparchlab.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s